082328315140
Jumlah = pcs
Keranjang

Biografi Sejarah Muhammad Al Fatih | Penakluk Konstantinopel

Biografi Sejarah Muhammad Al Fatih | Penakluk Konstantinopel
Kategori Biografi, Tsaqofah
Di lihat 153 kali
Berat(/pcs)0.5 Kg
Harga Rp 43.000 48.000
Anda Hemat Rp 5.000 (10.42%)

khalifah-muhammad-al-fatihNama Buku : Sulthan Muhammad Al Fatih

Ukuran/Hal : 15,5 x 24 cm / 296 halaman

Berat: 500 gram

Penulis : DR. Ali Muhammad Ash-Shalabi

Penerbit : Pustaka Arafah

Harga : Rp 48.000,- Rp 43.000,-

Anda Hemat: Rp 5.000,-

Pemesanan: 0822 2520 1080
Biografi Sejarah Muhammad Al Fatih Penakluk Konstantinopel

Buku ini mengulas lebih dalam peran daulah Utsmaniyah, sebuah kerajaan Islam abad pertengahan yang menjadi mercusuar peradaban. Pendirinya, sepak terjang mereka hingga penaklukan Konstantinopel yang merupakan kota kebanggaan kaum salibis. Hal ini sudah disinyalir oleh Rasulullah dalam haditsnya. Rasulullah saw bersabda, \”Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Sebaik-baik amir (khalifah) adalah amir (khalifah) yang memimpin penaklukannya dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkannya.\” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim).

Mengenal Kota Konstantinopel

Konstantinopel (bahasa Yunani: Κωνσταντινούπολις Ko̱nstantinoúpolis, bahasa Latin: Constantinopolis, bahasa Turki Utsmaniyah: قسطنطینیه, bahasa Turki: Kostantiniyye atau İstanbul) adalah ibu kota Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Romawi Timur, Kekaisaran Latin, dan Kesultanan Utsmaniyah. Hampir selama Abad Pertengahan, Konstantinopel merupakan kota terbesar dan termakmur di Eropa.[1]

Sekurang-kurangnya sejak abad ke-10, kota ini umum disebut Istanbul yang berasal dari kata Yunani Istimbolin, artinya “dalam kota” atau “ke kota”. Setelah ditaklukkan oleh kaum Utsmaniyah pada 1453, nama resmi Konstantinopel dipertahankan dalam dokumen-dokumen resmi dan cetakan mata uang logam. Ketika Republik Turki didirikan, pemerintah Turki secara resmi berkeberatan atas penggunaan nama itu, dan meminta agar diganti dengan nama yang lebih umum, yakni Istanbul.[2][3][4] Penggantian nama tersebut diatur dalam Undang-Undang Pelayanan Pos Turki, sebagai bagian dari reformasi nasional Atatürk.[5][6] Istanbul berasal dari kata Stambol, yakni sebutan untuk Konstantinopel yang digunakan kaum Yunani dan Slavia dalam percakapan sehari-hari (Untuk penjelasan lebih lanjut, lihat Nama-nama Istanbul).

Sejarah Kejatuhan Konstantinopel

Kejatuhan Konstantinopel (Bahasa Turki: İstanbul’un Fethi ) adalah penaklukan ibu kota Kekaisaran Romawi Timur, yang terjadi setelah pengepungan sebelumnya, di bawah komando Sultan Utsmaniyah yang berumur 21 tahun, yaitu Muhammad al-Fatih, melawan tentara bertahan yang dikomandoi oleh Kaisar Bizantium Konstantinus XI. Pengepungan berlangsung dari Jumat, 6 April 1453- Selasa, 29 Mei 1453 (berdasarkan Kalender Julian), ketika kota itu ditaklukkan oleh Utsmaniyah.

Penaklukan Konstantinopel (dan dua wilayah pecahan lainnya segera setelah itu Bizantium) menandai berakhirnya Kekaisaran Romawi, sebuah negara yang telah berlangsung selama hampir 1.500 tahun, itu juga merupakan pukulan besar untuk Kristen. Intelektual Yunani dan non-Yunani Beberapa meninggalkan kota sebelum dan sesudah pengepungan, migrasi terutama ke Italia. Dikatakan bahwa mereka membantu penanda dimulainya Renaisans. Itu juga merupakan beberapa tanda akhir Abad Pertengahan oleh jatuhnya kota dan kekaisaran.[15]

Pergantian kekuasaan dari Kekaisaran Romawi Timur kepada Kesultanan Utsmaniyah ini menyebabkan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia Barat di Laut Tengah terputus. Orang-orang Eropa tidak lagi datang ke Konstantinopel dan Venesia yang merupakan pelabuhan transit dalam perdagangan antara Asia dan Eropa. Suplai rempah-rempah]] untuk dunia Kristen yang dulunya bisa didapatkan di Konstantinopel tidak tersedia lagi karena konflik antar agama Kristen dan Islam. Para pedagang terpaksa mencari jalur lain ke sumber rempah-rempah dan hal tersebut membawa bangsa Eropa ke kepulauan Nusantara yang pada akhirnya membuat bangsa Belanda menjajah Nusantara selama 350 tahun lamanya.

Kemunduran perdagangan di Laut Tengah juga berdampak terhadap perekonomian. Wilayah di sekitar Laut Tengah yang semula ramai dikunjungi para pedagang dari timur yang membawa rempah-rempah jadi sepi. Hal ini menyebabkan keguncangan perekonomian di sekitar Laut Tengah (Mediterania)

Biografi 60 Sahabat Nabi | Terjemah Rijal Haula Rasul

8%

Rp 90.000 98.000
Biografi 35 Shahabiyah – Syaikh Mahmud A-Mishri – Penerbit Ummul Qura

9%

Rp 89.000 98.000
Biografi 60 Sahabat Nabi SAW – Khalid Muhammad Khalid – Penerbit Ummul Qura

9%

Rp 89.000 98.000
Bangkit Dan Runtuhnya Andalusia Jejak Kejayaan Peradaban Islam Di Spanyol

12%

Rp 140.000 159.000
Rp (Hubungi CS)
Ar Rahiq Al Makhtum | Terjemahan Siroh Nabawiyah Ummul Qura

10%

Rp 135.000 150.000
Fikih Kontemporer Wanita dan Pernikahan – Muhammad Samih Umar – Penerbit Aqwam d

10%

Rp 99.000 110.000
Shalat tapi Keliru – Syaikh Shalahuddin As-Sa’id – Penerbit Ummul Qura

9%

Rp 77.000 85.000
Debat Islam vs Non Islam – Dr. Zakir Naik – Penerbit Aqwam

9%

Rp 68.000 75.000